Vespagraphy kenalkan fotografi alternatif sambil Touring Hari Pahlawan

Vespagraphy kenalkan fotografi alternatif sambil Touring Hari Pahlawan

Jakarta (ANTARA) – Komunitas pecinta Vespa dan fotografi menggelar Vespagraphy Kelas Eksplorasi Lowongan Baru dengan tema "Touring Heroes & # 39; Day" dari tanggal 7 – 8 November 2020 di Desa Rawabogo, Ciwiday, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kelas Eksplorasi Liburan adalah program Vespagraphy tahunan dengan melakukan kunjungan sekaligus melakukan kegiatan edukasi dengan anak-anak disekitarnya. Pada acara tahun ini, Vespagraphy memperkenalkan media fotografi alternatif pemindai atau pemindai ke puluhan siswa SD Pedesaan Rawabogo.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Kami berupaya menjaga nilai-nilai semangat juang yang dimiliki para pendekar, agar siswa sekolah dengan aktivitas terbatas tetap memiliki semangat untuk mencapai cita-citanya,” ujar Ketua Pelaksana. Vespagraphy Heroes Day Touring, Haritsah Al Mudatsir, dalam siaran persnya, Minggu.

Baca juga: Karena Vespa menghadirkan produk edisi terbatas ke Indonesia

Baca juga: Terinspirasi Gaya 60-an, Vespa Luncurkan Sprint 150 dan GTS 300 HPE

Kelas Eksplorasi Liburan Normal Baru, Travelling Dalam Peringatan Hari Pahlawan 7 – 8 November 2020 di Desa Rawabogo, Ciwidey, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat. (ANTARA / Vespagraphy)

Ia mengatakan, Vespagraphy ingin seluruh elemen masyarakat terus saling memberdayakan, berbagi, mengeksplorasi dan mengedukasi satu sama lain, meski berada dalam situasi COVID-19.

Acara dimulai dengan tes cepat untuk memastikan bahwa semua anggota yang akan berpartisipasi dalam kunjungan ini bebas dari COVID-19. Kegiatan juga dilakukan dengan protokol kesehatan, mengaplikasikan 3M Plus (memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak) dibarengi dengan menjaga kreativitas.

Sebanyak 11 Vespa diberangkatkan dari Jakarta pada 6 November, menempuh jarak sekitar 190 km.

Nuansa Hari Pahlawan semakin terasa karena Vespa dalam perjalanan terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Vespa VGLA 1963 (Vespa Garuda) yang diberikan oleh pemerintahan era Soekarno kepada anggota TNI yang menjalankan misi perdamaian di Kongo.

Kehadiran Vespa Garuda menambah semangat kami untuk melanjutkan misi kemanusiaan kami kekinian, ”ujarnya. "Mempertahankan kreativitas itu penting, sebagai cara agar kita bisa bertahan dan terus berkembang di tengah era multikrisis."

Baca:  Peugeot rencanakan kembali ke AS pada 2023

Baca juga: Dior Luncurkan Skuter, Kolaborasi dengan Vespa

Baca juga: Piaggio Indonesia Hadirkan Fitur E-Pre Booking demi Kenyamanan Pengguna

Fotografi alternatif

Vespagraphy memperkenalkan fotografi alternatif dengan media pemindai atau pemindai. (ANTARA / Vespagraphy)

Komunitas Vespagraphy memahami bahwa pandemi COVID-19 mengubah proses pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

Untuk itu, mereka berinisiatif untuk berbagi pengalaman baru dalam proses pembelajaran dengan cara yang menyenangkan yaitu dengan memperkenalkan media fotografi alternatif. pemindai atau pemindai.

Sebanyak 25 siswa sekolah dasar di sekitar desa Rawabogo diajak menimba pengalaman baru dengan mewujudkan khayalan dalam bentuk fotografi. Setiap kelompok yang terdiri dari empat siswa didorong untuk membiasakan diri berkomunikasi dan bekerja sama menghasilkan 8 karya secara kolektif.

Selain itu, mereka juga diajak untuk memanfaatkan benda-benda yang dekat dengan kehidupan mereka.

Vespagraphy memperkenalkan fotografi alternatif dengan media pemindai atau pemindai. (ANTARA / Vespagraphy)

Aktivis fotografi alternatif Muhamad Arifien mengungkap pengalaman baru di dalamnya memindai mampu melatih kepekaan siswa agar dapat memanfaatkan hal-hal yang ada di sekitarnya.

“Dalam proses kreativitas, benda-benda yang ada di sekitar kita bisa kita manfaatkan menjadi benda-benda yang menarik dengan cara yang tidak biasa. Siswa memindai dengan menggunakan benda mainan dan tumbuhan yang ada di sekitarnya dengan cerita dibalik setiap karyanya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Vespagraphy ingin menggiatkan semangat belajar dan berkarya di tengah keterbatasan, serta mengajak melakukan hal-hal baru dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya, agar masyarakat tetap kreatif dalam menghadapi tantangan dan dapat melalui krisis pandemi COVID-19.

Baca juga: Tak Mau Tertinggal, Andre Menghabiskan Rp55 Juta untuk Vespa-nya

Baca juga: Bajaj Chetak Dilahirkan Kembali dalam Bentuk Skuter Listrik

Baca juga: Menguji Ketangguhan Vespa GT Super Tech 300 di Bogor

Reporter: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Hak Cipta © 2020