Kaca film ICE-µ Rikeguard punya teknologi antivirus dan antibakteri

Kaca film ICE-µ Rikeguard punya teknologi antivirus dan antibakteri

Jakarta (ANTARA) – Kaca film ICE-µ bersama Riken Technos Corporation memperkenalkan film antiviral dan antibakteri bernama ICE-µ Rikeguard.

Kaca film menggunakan lapisan Rivex transparan yang telah banyak digunakan di Jepang, baik untuk produk otomotif maupun panel sentuh.

ICE-µ Rikeguard telah menerima sertifikasi SIAA dari Jepang untuk fungsi antivirus dan antibakterinya.

“Produk terbaru kami adalah produk yang sudah menggunakan teknologi anti virus dan anti bakteri. Hari ini kami resmi meluncurkan produk kaca film satu-satunya di dunia yang sudah mendapat sertifikat dari SIAA Jepang,” ujar Presiden Direktur PT Global Auto International , Pemegang merek ICE. µ Kaca Film Premium, Andi Setiawan saat peluncuran virtual di Jakarta, Kamis.

“Kompetensi Riken Technos Corporation dalam inovasi kaca film telah menghasilkan produk yang terbukti efektif dalam menonaktifkan virus dan bakteri yang menempel pada kaca film kendaraan. Teknologi ini menjadikan pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman bagi Anda dan keluarga,” tambahnya.

Dalam hal ini, SIAA mengeluarkan sertifikasi untuk tiga kategori produk yaitu produk antivirus dan antibakteri, produk keamanan dan produk pelabelan.

SIAA atau Society of International Sustaining Growth for Antimicrobial Articles adalah lembaga pengujian anti mikroba di Jepang yang dioperasikan berdasarkan pedoman dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang.

Baca juga: Menghadapi bahaya ultraviolet saat berkendara dengan kaca film yang tepat

Baca juga: Kolaborasi Tiga Produk Purna Jual di GIIAS

Hanya produk yang telah terbukti memenuhi kriteria antimikroba yang dapat menunjukkan sertifikasi SIAA.

Dari hasil pengujian produk ICE-µ Rikeguard, terbukti bahwa produk kaca film efektif melawan semua jenis virus dan bakteri serta mampu membunuh 99,9 persen virus dan bakteri yang menempel pada permukaan kaca film.

Baca:  Outlander PHEV hadir di Filipina, negara kedua ASEAN setelah Indonesia

Brand Manager PT Global Auto International, Arta Alfatha mengatakan, virus dapat hidup lebih lama di permukaan yang licin, seperti kaca dan logam, bahkan di layar smartphone dan kaca depan yang bisa bertahan hingga 120 jam.

"Kaca film Rikeguard menggunakan agen antivirus yang menarik virus dan bakteri bermuatan negatif. Agen antivirus bermuatan positif bereaksi dengan kelembapan di udara untuk menghasilkan oksigen aktif. Kemudian, oksidasi tinggi oksigen aktif merusak selubung mikroba. Virus dan bakteri dinetralkan dalam prosesnya. ini, membuatnya rentan dan tidak aktif, "kata Arta.

ICE-µ Rikeguard memiliki tiga varian yaitu ICE-µ Rikeguard, Rivex dan Repty yang dipasarkan mulai 8 Oktober 2020 mulai dari Rp2,5 juta untuk mobil kecil, Rp3 juta untuk mobil sedang dan Rp3,5 juta untuk mobil besar dan dijamin bergaransi garansi lima tahun.

Baca juga: Perlukah Merawat Kaca Film Mobil?

Baca juga: Kaca film Wincos buka layanan penjualan digital

Baca juga: Tips mudah agar mobil Anda tetap berkilau saat musim hujan

Reporter: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © 2020