Jurus menggerakkan industri otomotif lewat modifikasi

Jurus menggerakkan industri otomotif lewat modifikasi

Jakarta (ANTARA) – Otomotif merupakan salah satu industri yang terdampak wabah COVID-19.

Hal tersebut terlihat dari data penjualan mobil Januari-Agustus 2020 sebanyak 323 ribu unit, hanya separuh dari pencapaian periode yang sama tahun lalu yang mencapai 661 ribu unit.

Meski dalam tiga bulan pertama tahun 2020 penjualan berjalan sesuai rencana, namun efek pandemi langsung terasa pada April 2020. Jika pada Maret 2020 terjual 76 ribu unit, maka pada April hanya terjual 7 ribu unit.

Hal ini memaksa Koalisi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memangkas target semula dari 1,1 juta unit menjadi 600 ribu unit pada penutupan tahun 2020, yakni hanya kurang dari tiga bulan.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Dorong Industri Modifikasi Mobil Pedesaan Digimodz AMMDes

Industri kendaraan tidak sendiri. Dalam ekosistemnya terdapat rantai pasok yang melibatkan industri lain, seperti logam, karet, kaca, plastik dan bahan baku komponen lainnya.

Ini tidak termasuk keterlibatan industri teknologi untuk permesinan, keamanan, hiburan, dan perangkat lainnya.

Di lapisan berikutnya, ada industri komponen dari bergerak perlahan ke bergerak cepat, kemudian pasar purna jual dan aksesoris.

Jika industri bahan baku berhubungan langsung dengan jumlah mobil yang diproduksi, maka industri pasar purna jual dan aksesoris masih bisa diharapkan dari kendaraan yang ada di garasi konsumen atau yang saat ini beredar di jalanan.

Industri pasar purna jual dan aksesoris dalam ruang lingkup modifikasi setidaknya diharapkan dapat menggerakkan aktivitas otomotif dan menjadi gerakan untuk menggerakkan industri pada masa epidemi.

Modifikasi merupakan hobby yang tidak mengenal batasan usia, dengan trend yang semakin meningkat diterapkan pada berbagai aliran yaitu retro, balap jalanan, JDM, batang besi panas, dll.

Mereka yang memiliki saingan pasti akan bebas untuk membawanya masuk bagian Khususnya, ada juga yang berburu ke luar negeri atau memesan sendiri sesuai rencana yang diinginkan (adat).

Baca juga: Modifikasi Vespa ala Ivory Marten

Bagi mereka yang dana minim, biasanya memilih jalur modifikasi praktis dengan membeli komponen purnajual instal dan mainkan (PnP), manfaatkan komunitas atau beli bagian bekas yang juga dijual di berbagai bengkel offline atau on line.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) tidak mengambil alih modifikasi tersebut.

Selama tiga tahun terakhir, Kementerian Perindustrian mendukung Indonesia Modification Expo (IMX) yang merupakan rumah bagi industri modifikasi di nusantara.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri modifikasi ibarat pintu gerbang yang membuka kreativitas pencipta dan produsen. bagianPara operator bengkel, hingga pemilik kendaraan (konsumen) pun turut menyumbangkan ide saat berganti kendaraan.

Ide-ide kreatif dituangkan ke dalam mobil adat, kemudian menjadi tren setelah diunggulkan dan viral di media sosial, kemudian menginspirasi orang lain.

“Sejalan dengan perkembangan industri kendaraan bermotor, sektor modifikasi juga mengalami perkembangan yang sangat positif. Indikasi pun bermunculan pameran Seperti IMX yang memicu bengkel pengembangan produk dan renovasi, ”ujar Agus Gumiwang saat membuka IMX 2020 hampir akhir pekan lalu.

Baca juga: IMX 2020 Hadirkan Edisi Khusus Suzuki Wagon R dan Ignis "Time Attack"

Troli listrik roda tiga (Gelis) (ANTARA / HO)

Dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tidak hanya secara lisan, tetapi juga mengerahkan Alat Mekanik Multiguna Pedesaan / AMMDes dalam acara tersebut.

Mobil Desa AMMDes telah melangkah ke tahap renovasi dengan harapan dapat membuka mata masyarakat bahwa industri otomotif Indonesia yang fokus pada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sudah memiliki mobil multiguna untuk berbagai kebutuhan mekanik masyarakat.

Kementerian Perindustrian, Dirjen Mesin Logam, Alat Angkut dan Elektronika (ILMATE), Taufiek Bawazier menjelaskan, AMMDes dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, diantaranya berfungsi sebagai hama multiguna, penggiling biji-bijian, penggosok padi, pompa irigasi, pengolah kopi, pembangkit listrik. , penjernih air, pembuat es, aplikasi pisang pasca panen, pengumpan ambulans (pengumpan ambulans).

Terkait pengoperasian COVID-19, AMMDes memiliki varian tangki dan petugas pemadam kebakaran yang dapat digunakan sebagai fasilitas semprotan disinfektan.

Baca:  Ford ungkap ingin produksi baterai EV sendiri

Pada saat terjadi renovasi, lahirlah inovasi nasional berupa AMMDes Sanitary Solution. Irvan Adipratama selaku trafo ingin menjadikan AMMDes sebagai penyedia air bersih yang masih belum merata di beberapa daerah.

AMMDes yang dirancang oleh Irvan akan mencakup teknologi penjernihan air lengkap dengan bathtub. Ke depan, masyarakat pedesaan akan lebih mudah mengakses air bersih, dan juga akan menginspirasi penyedia jasa air bersih untuk mampu menghadirkan teknologi purifikasi. air portabel.

Selain menonjolkan fungsi air bersih, AMMDes juga dibuat dalam mobil bergaya dakar kekinian.

Baca juga: IMX 2020, Tiga Trafo Perbaikan Kendaraan Listrik Gelis

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan modifikasi AMMDes diharapkan bisa menjadi saluran inspirasi bagi para desainer digital dalam menuangkan konsep kerja sebagai kontribusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pedesaan melalui penggunaan AMMDes.

Menurut Putu, salah satu peserta di Kementerian Perindustrian, AMMDes Digimodz, dipersilahkan untuk mendalami modifikasi digital dengan mengacu pada dua aspek. Pertama, tentang gaya, yakni perubahan desain pada bagian depan dan belakang AMMDes, perubahan warna, velg, dan penambahan berbagai aksesoris. Kedua, terkait aplikasi yaitu penambahan aplikasi yang menunjang produktivitas masyarakat pedesaan.

Meski begitu, tantangan ke depan dari Kementerian Perindustrian dan produsen otomotif adalah bagaimana mentransformasikan ide-ide cemerlang trafo menjadi kendaraan produksi massal yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang.

Selain AMMDes, kritikus lokal, antara lain Yoong Motor Indonesia, HSR Wheel, dan Raptor Indonesia, juga turut serta dalam modifikasi troli listrik roda tiga (Gelis).

Yoong Motor Indonesia memenangkan Piala Menteri Perindustrian untuk membangun Gelis sesuai dengan kebutuhan saat ini, yaitu memindahkan kendaraan semprot disinfektan untuk menjangkau daerah padat.

Selain itu, konsep ini juga bisa menjadi bisnis cuci kendaraan keliling yang saat ini juga dibutuhkan oleh pemilik kendaraan yang mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat wabah penyakit.

Ide ini membuktikan bahwa modifikasi tidak hanya membuang-buang uang, tetapi menciptakan peluang melalui penemuan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Menperin berharap IMX 2019 bisa meningkatkan minat anak muda terhadap otomotif

Acara renovasi juga menyedot perhatian publik. Ajang virtual yang digelar ini menarik 27.658 ribu pengunjung "Mendaftar", berasal dari 69 kota di Indonesia, serta pengunjung virtual dari Amerika, Belanda, dan Jepang.

Jumlah pengunjung meningkat 548 persen jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung offline di acara serupa tahun lalu.

Menurut Andre Mulyadi selaku Direktur IMX Project, konsep pameran renovasi virtual ini sejalan dengan semangat para kreator dan trafo yang ingin terus berkarya di tengah wabah.

"Didorong oleh banyak permintaan dari teman pasar purna jual Dan modifikasi yang memiliki keteguhan yang sama untuk tetap berkarya dan melihat situasi pandemi sebenarnya bukan kendala, melainkan peluang yang bisa diatasi dengan kerja sama, ”kata Andre.

Semangat kerjasama dan tekad untuk terus berkarya di tengah epidemi menjadi kunci untuk memajukan modifikasi, dan tentunya untuk jenis industri lainnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Bambang Soesatyo yang juga penggemar otomotif dan modifikasi yang hadir di acara IMX ini juga sepakat bahwa renovasi telah menjadi inspirasi wabah tersebut. Pandemi seharusnya tidak membungkam kita dan menyerah pada situasi ini.

Kolaborasi antara IMX dan Kementerian Perindustrian membawa pemahaman baru kepada masyarakat khususnya pecinta otomotif bahwa modifikasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan industri otomotif kreatif.

Baca juga: Pentingnya meningkatkan daya beli produk otomotif saat terjadi wabah

Baca juga: Saat industri otomotif mengejar peluang di bidang kesehatan

Reporter: A069
Editor: Suryanto
Hak Cipta © 2020