Jelang berlakunya PSBB ketat, bagaimana operasional di Daihatsu?

Jelang berlakunya PSBB ketat, bagaimana operasional di Daihatsu?

Jakarta (ANTARA) – Pasca pengetatan sanksi sosial skala besar (PSBB) di DKI Jakarta, banyak industri harus kembali menggunakan otaknya untuk tetap menjalankan usahanya di tengah wabah COVID-19.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra melalui diskusi virtual pada Jumat mengatakan, pihaknya akan terus mendukung keputusan pemerintah kabupaten dan pusat.

Namun, dia mengharapkan klarifikasi lebih lanjut tentang penerapan PSBB yang tegas di awal pandemi pada Maret mendatang.

Baca juga: Daihatsu hadirkan program servis "drive thru"

“Kami mendukung keputusan pemerintah, Pak Anies (Baswedan) menyatakan akan ada PSBB yang ketat mulai Senin (14/9). Dan kami ingin tahu lebih jelas, ketegasan seperti apa, apa yang akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan tersebut,” ujarnya. kata Amelia.

Lebih lanjut, Amelia mengungkapkan, pihaknya belum memutuskan pengoperasian di pabrik tersebut keluar atau pedagang Daihatsu, mengingat belum adanya penjelasan rinci tentang pelaksanaan besaran PSBB mendatang dari pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa Daihatsu telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat di pabrik, perkantoran dan pembatasan jumlah karyawan. “Kami sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ada juga aplikasi yang bisa jalur jika jarak antar karyawan terlalu dekat, dan bisa jalur juga, "kata Amelia.

Head of Marketing & CR Division PT Astra Daihatsu Motor Hendrayadi Lastiyoso menambahkan, jika mempertimbangkan PSBB yang pertama, bengkel Daihatsu masih bisa beroperasi jika sudah memiliki Izin Kegiatan Industri dan Mobilitas (IOMKI) dari Kementerian Perindustrian RI.

Baca juga: Daihatsu mengawali semester kedua dengan peningkatan penjualan

“Kalau kemarin bengkel sudah boleh beroperasi jika memiliki IOMKI. Namun, ruang pamer dan kantor mungkin tidak beroperasi, "kata Hendrayadi.

“Kalau gubernur bilang harus total, ya harus kita patuhi. Kita tunggu sampai Sabtu atau Minggu berdasarkan informasi terkini, apakah bengkel buka 50 persen atau tutup (seluruhnya),” lanjutnya.

Baca:  Bos Mitsubishi Osamu Masuko mundur karena alasan kesehatan

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB ketat mulai 14 September 2020, menyusul peningkatan tingkat penularan COVID-19, dan menempatkan fasilitas kesehatan pada risiko kelelahan atau kolaps.

Menurut data per 6 September 2020 tempat tidur di ICU 67 RS rujukan COVID-19 sebanyak 83 persen. Sedangkan tempat tidur ruang isolasi terisi 77 persen.

Baca juga: Sigra menjadi kontributor utama penjualan Daihatsu saat wabah merebak

Baca juga: PT ADM membuat aplikasi kesehatan untuk memantau protokol kesehatan

Baca juga: Daihatsu uji interior dalam 24 kondisi jalan berbeda

Reporter: A087
Editor: Suryanto
Hak Cipta © 2020