Ayo gowes, harapan komunitas sepeda untuk HBKB sedunia

Ayo gowes, harapan komunitas sepeda untuk HBKB sedunia

Jakarta (BETWEEN) – Setiap tanggal 22 September diperingati sebagai Hari Bebas Kendaraan Bermotor (hari bebas mobil / CFD Internasional) mengkampanyekan gaya hidup sehat melalui udara bebas polusi kendaraan bermotor.

Untuk itu, pengelola Bike To Work (B2W) Qornus berharap Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) bisa diartikan oleh masyarakat untuk beralih ke moda transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda.

"Menurut kampanye didorong oleh B2W, dengan menjadikan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari, kami akan terus menerimanya untuk mengurangi angka polusi. Di negara berkembang saja pesepeda hanya menempati 3 persen dari populasi. Tapi angka itu sangat membantu dalam mengurangi emisi gas buang, "kata Qornus saat dihubungi PAGI, Selasa.

Ia mengatakan, tantangan untuk mempromosikan sepeda sebagai alat transportasi utama adalah masyarakat Indonesia yang cenderung mengandalkan kendaraan bermotor.

“Masyarakat kita cenderung bergantung pada kendaraan bermotor. HBKB sangat penting karena berperan besar dalam mengurangi pencemaran. Dari data yang kami peroleh, hanya beberapa hari tingkat kesehatan udara yang sehat dan bahkan tidak dalam 1 bulan udara kita bersih dari emisi gas buang.” Ujar Qornus .

Baca juga: Sepeda BMX terlahir kembali dengan penggerak listrik

Baca juga: Tren olahraga selama adaptasi kebiasaan baru

Ia menjawab, "Semoga HBKB semakin meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya bersepeda dan menjadikannya sebagai alat transportasi sehari-hari untuk meningkatkan kualitas hidup, tidak hanya untuk sepeda tapi untuk kita semua."

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Seli Selatan (SelSel) Ismail Mardjuki mengatakan, pelaksanaan HBKB yang sebenarnya dilaksanakan pada hari Minggu di berbagai kota di Indonesia merupakan bentuk kampanye masyarakat untuk menjaga kualitas udara.

“CFD merupakan hari yang bertujuan untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mengurangi kebiasaan atau ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor atau motor,” kata Ismail.

Ia yakin kualitas udara akan lebih bersih, segar dan biru jika masyarakat ingin menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari-hari, atau minimal meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

“Contohnya, beberapa negara di Eropa sudah terbiasa menggunakan sepeda daripada kendaraan bermotor. Namun kendaraan bermotor di Indonesia cenderung lebih banyak jumlahnya dibandingkan pengguna sepeda,” kata Ismail.

Namun perlu diingat beberapa detik di awal PSBB langit kita biru dan udaranya segar, karena jumlah kendaraan berkurang dan orang-orang beralih ke sepeda untuk mobilisasi, jika ini terus berlanjut maka udara Jakarta akan lebih baik, tambahnya.

Baca:  Chevrolet Malibu pakai mesin baru 1.5L Turbo, Hydra-Matic 9-percepatan

Pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor kali ini, SelSel yang telah memiliki 300 anggota berharap masyarakat atau kelompok / komunitas lebih peduli dan ingin beralih ke moda yang lebih baik.

“Saya berharap HBKB membuat masyarakat atau kelompok dan masyarakat lebih peduli dan siap bergerak ke moda yang lebih baik, dengan mengurangi intensitas penggunaan kendaraan bermotor, dan saya berharap HBKB menjadi momen wajib dan penting untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Baca juga: Mobil konsep Canyon dikendarai seperti sepeda

Baca juga: Anza dari Monday Motorbikes, Sepeda Listrik dengan Desain Unik

Pendidikan sesuai lalu lintas

Respon yang baik juga datang dari komunitas OtoGowes yang menilai bahwa aktivitas bersepeda aktif yang sedang trending bisa membuat masyarakat lebih peduli dengan kebugarannya.

“Fenomena masyarakat sibuk bersepeda pasti bagus. Apalagi sepeda merupakan salah satu olahraga yang direkomendasikan oleh WHO dan pemerintah,” kata Ketua OtoGowes Vierko.

Namun seiring dengan semakin banyaknya pengendara sepeda yang berada di jalan raya, maka ada tugas lain yang perlu dilakukan oleh komunitas dan masyarakat, yaitu menekankan pentingnya visi mengendarai sepeda dengan baik dan benar untuk menghindari resiko kecelakaan di jalan raya.

Sayangnya, masih banyak pengendara sepeda yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Oleh karena itu, pengendara sepeda (apapun jenisnya) mematuhi aturan lalu lintas seperti kendaraan lain dan selalu mematuhi aturan kesehatan, ”ujarnya.

“Kami di OtoGowes, sekelompok jurnalis otomotif yang gemar bersepeda, selalu berupaya memberikan contoh sederhana kepada masyarakat tentang bagaimana tertib dan mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara bersama,” imbuhnya.

Sebagai tambahan informasi, car free day pertama kali muncul pada tanggal 25 November 1956 ketika Belanda mengadakan car free day setiap hari Minggu. Pada tahun 1995, Perancis mengadakan acara dalam rangka memperingati Pekan Transportasi Hijau di Kota Bath yang dihadiri oleh semua orang.

Pada tanggal 22 September 2000 diadakan European Car Free Day, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Bebas Mobil internasional.

Baca juga: Pakar: Bersepeda itu baik selama Anda mematuhi protokol kesehatan

Baca juga: Shimano EP8, Motor Listrik untuk Sepeda Gunung

Reporter: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © 2020